Generasi Z, yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, menghadapi realitas yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dalam konteks ini, tantangan mendesak pendidikan karakter menjadi sangat relevan dan krusial. Meskipun Gen Z diasumsikan memiliki akses lebih baik terhadap pendidikan dan teknologi, muncul kekhawatiran terkait aspek karakter, seperti kemandirian, tanggung jawab, dan daya juang.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2023 menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan: 9,9 juta atau 22,25 persen Gen Z berusia 15-24 tahun di Indonesia tidak terlibat dalam kegiatan produktif (seperti sekolah, kuliah, atau bekerja). Angka ini menjadi indikator penting bahwa ada tantangan mendesak pendidikan yang harus segera diatasi. Fenomena lain yang kerap muncul adalah kecenderungan Gen Z untuk sering berpindah pekerjaan, bahkan mengundurkan diri jika merasa tidak puas, serta masih banyak yang bergantung secara finansial pada orang tua.
Menanggapi hal tersebut, pada hari Sabtu, 1 Juni 2024, di Auditorium Pusat Studi Pendidikan, Jakarta, diselenggarakan Forum Diskusi Nasional “Membangun Karakter Generasi Z untuk Indonesia Emas”. Acara ini dihadiri oleh para ahli pendidikan, psikolog, dan perwakilan orang tua. Dalam diskusi tersebut, Ketua Asosiasi Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia, Bapak Dr. Bambang Sudarmono, menyampaikan bahwa tantangan mendesak pendidikan karakter harus dimulai sejak dini, bahkan sejak pendidikan dasar. Beliau menekankan pentingnya melatih siswa dalam disiplin, tanggung jawab, dan menghindari perilaku serba instan.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah merumuskan berbagai program untuk mengatasi isu ini. Salah satunya adalah penguatan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada profil pelajar Pancasila, yang mencakup dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Selain itu, program pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan juga terus digencarkan, dengan fokus pada metode pengajaran yang tidak hanya transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Pada tanggal 15 Juli 2024, akan dimulai program pelatihan “Pembinaan Karakter Unggul” bagi guru-guru di 10 provinsi percontohan.
Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan tantangan mendesak pendidikan karakter di era Generasi Z dapat diatasi. Dengan karakter yang kuat, Gen Z akan mampu menghadapi berbagai kompleksitas dunia modern, berkontribusi secara positif, dan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.