Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Refleksi Hasil PISA dan Resiliensi Sistem

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi agenda utama, terutama setelah melihat refleksi dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA) dan ketangguhan sistem pendidikan kita. Meskipun dunia mengalami penurunan skor PISA secara umum akibat pandemi, Indonesia menunjukkan resiliensi yang patut diapresiasi dengan perbaikan peringkat dibandingkan periode sebelumnya. Ini mengindikasikan adanya fondasi yang kuat, sekaligus menjadi pemicu untuk terus berbenah demi pencapaian yang lebih baik.

Hasil PISA 2022, yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun dalam literasi, numerasi, dan sains. Meskipun skor absolut Indonesia belum mencapai rata-rata OECD, perbaikan peringkat di tengah kondisi global yang menantang menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita mampu beradaptasi dan meminimalisir dampak negatif learning loss akibat pandemi. Ini adalah bukti nyata resiliensi sistem yang harus terus diperkuat.

Refleksi dari hasil PISA ini memberikan peta jalan yang jelas tentang area mana yang perlu ditingkatkan. Penting untuk tidak hanya fokus pada peningkatan skor, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang lebih mendalam pada siswa. Strategi meningkatkan kualitas pendidikan harus holistik, melibatkan perbaikan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Sebagai contoh konkret, pada Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan yang diadakan di Jakarta pada tanggal 15 Mei 2025, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Dr. Ir. Budi Gunadi Sadikin, membahas secara spesifik bagaimana hasil PISA akan diintegrasikan ke dalam perancangan kebijakan baru. Beliau menekankan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus selaras dengan standar global, namun tetap relevan dengan konteks dan kearifan lokal. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dinas pendidikan dari seluruh provinsi.

Peningkatan mutu pendidikan juga memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Pada hari Rabu, 5 Juni 2024, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia di Universitas Indonesia, Depok, Ketua Asosiasi, Ibu Prof. Dr. Ani Lestari, M.Psi., menekankan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses belajar siswa. Beliau menjelaskan bahwa ekosistem pendidikan yang kolaboratif akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Dengan demikian, meningkatkan kualitas pendidikan adalah sebuah perjalanan berkelanjutan yang memerlukan refleksi mendalam dari data seperti hasil PISA dan komitmen kuat terhadap resiliensi sistem. Melalui perbaikan berkelanjutan, inovasi, dan kolaborasi semua pihak, Indonesia optimis dapat menciptakan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga relevan dan berdaya saing di kancah global.