Arsitektur Masjid Kuno Indonesia: Benarkah Terinspirasi Gaya Tiongkok?

Arsitektur Masjid Kuno Indonesia seringkali menampilkan karakteristik unik yang membedakannya dari masjid-masjid di Timur Tengah. Salah satu ciri paling menonjol adalah atap tumpang bertingkat, yang memicu perdebatan apakah desain ini terinspirasi dari gaya arsitektur Tiongkok atau justru merupakan pengembangan lokal yang dipengaruhi Hindu-Buddha. Mari kita telaah lebih jauh jejak-jejak sejarah ini.

Banyak Arsitektur Masjid Kuno Indonesia seperti Masjid Agung Demak, Masjid Menara Kudus, atau Masjid Agung Banten, memiliki atap bersusun menyerupai pagoda atau pura. Bentuk atap ini sangat berbeda dengan kubah yang lazim pada masjid di Timur Tengah. Kemiripan ini menimbulkan pertanyaan tentang asal-usul pengaruh desain.

Beberapa ahli sejarah dan arsitektur berpendapat bahwa adanya pengaruh Tiongkok dalam Arsitektur Masjid Kuno sangat mungkin terjadi. Ini didasarkan pada fakta bahwa banyak pedagang Muslim dari Tiongkok, terutama dari komunitas Hui, telah lama berinteraksi dengan masyarakat Nusantara. Mereka tidak hanya berdagang tetapi juga menyebarkan agama.

Sebagai contoh, Laksamana Cheng Ho, seorang Muslim Tiongkok yang melakukan ekspedisi ke Nusantara pada abad ke-15, laksamana ini memiliki peran dalam penyebaran Islam dan mungkin juga membawa pengaruh arsitektur. Masjid-masjid di Tiongkok, seperti Masjid Agung Xi’an, juga memiliki atap pagoda yang khas.

Namun, pandangan lain berpendapat bahwa Arsitektur Masjid Kuno Indonesia dengan atap tumpang lebih merupakan kelanjutan dari gaya arsitektur Hindu-Buddha yang sudah ada di Nusantara. Sebelum Islam masuk, bangunan suci seperti candi dan pura juga menggunakan atap bersusun. Islam kemudian mengadopsi dan memodifikasi bentuk ini, menjadikannya identitas masjid.

Pendekatan akulturasi ini adalah ciri khas penyebaran Islam di Indonesia. Para penyebar agama, termasuk Walisongo, tidak menghancurkan budaya lama, melainkan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam. Ini menghasilkan sintesis budaya yang unik, tanpa harus mengimpor sepenuhnya gaya arsitektur dari luar.

Jadi, kemungkinan besar ada pengaruh silang yang kompleks. Pengaruh Tiongkok mungkin ada, namun ia berpadu dengan tradisi arsitektur lokal yang sudah mapan. Hasilnya adalah Arsitektur Masjid Kuno Indonesia yang khas akan keunikannya.