Fenomena Quiet Quitting di Kalangan Gen Z—yaitu melakukan pekerjaan hanya sebatas tanggung jawab minimum tanpa inisiatif lebih—menjadi perhatian serius dunia industri saat ini. Menanggapi tantangan ini, SMK Pelita YNH memainkan peran krusial dalam membentuk Etos Kerja Profesional yang kuat dan berorientasi pada hasil nyata sejak masa pendidikan. Sekolah ini berupaya menanamkan nilai-nilai komitmen, inisiatif, dan tanggung jawab pribadi yang utuh.
SMK Pelita YNH menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan budaya kerja industri, menekankan bahwa pekerjaan bukan hanya deretan tugas yang harus diselesaikan, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dan bertumbuh. Untuk melawan Fenomena Quiet Quitting, sekolah mewajibkan siswa terlibat dalam proyek kolaboratif yang menuntut inisiatif tinggi dan leadership di luar jam pelajaran resmi yang telah ditetapkan.
Salah satu strategi kunci adalah pembiasaan budaya performance review dan feedback konstruktif, serupa dengan yang diterapkan di perusahaan profesional. Hal ini mengajarkan siswa Gen Z bagaimana menerima kritik dengan terbuka, mengubah masukan menjadi aksi nyata, dan bertanggung jawab atas kualitas output kerja mereka secara menyeluruh.
Dalam upaya membentuk Etos Kerja Profesional, SMK Pelita YNH juga mengajarkan manajemen waktu dan keterampilan komunikasi asertif. Keterampilan ini penting agar Gen Z mampu mengelola beban kerja secara efektif dan menyampaikan batasan kerja mereka dengan cara yang profesional, tanpa perlu mengadopsi sikap pasif-agresif dari Fenomena Quiet Quitting yang sedang merebak.
Peran sekolah menjadi sangat penting dalam mendefinisikan ulang makna “sukses” bagi Gen Z, menekankan bahwa pertumbuhan karir yang berkelanjutan berasal dari dedikasi dan added value, bukan sekadar pemenuhan kewajiban minimum. Sekolah secara aktif menunjukkan korelasi antara inisiatif dan peluang kemajuan karir yang lebih baik.
Melalui program mentoring yang melibatkan alumni yang sukses di industri, SMK Pelita YNH memberikan contoh nyata tentang pentingnya Etos Kerja Profesional yang proaktif. Kisah sukses para mentor ini menjadi inspirasi dan bukti bahwa kerja keras dan inisiatif adalah kunci untuk mencapai posisi puncak, bukan sekadar bertahan di pekerjaan.
Komitmen SMK Pelita YNH ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan vokasi memiliki peran sentral dalam membentuk soft skills dan mentalitas kerja yang dibutuhkan pasar, yang seringkali lebih penting daripada sekadar hard skills yang telah dikuasai.
Dengan demikian, SMK Pelita YNH menjadi benteng pertahanan dalam menciptakan angkatan kerja Gen Z yang berkualitas, siap menghadapi tantangan industri, dan mampu melawan Fenomena Quiet Quitting dengan semangat kontribusi yang tinggi.