Jean Piaget, seorang psikolog Swiss, merevolusi cara kita memahami perkembangan kognitif anak. Teorinya adalah landasan bagi pendidikan modern yang berpusat pada anak. Alih-alih melihat anak sebagai “orang dewasa mini” yang hanya tahu lebih sedikit, Piaget berpendapat bahwa anak-anak berpikir secara fundamental berbeda dari orang dewasa. Mereka membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi aktif dengan dunia di sekitar mereka.
Inti dari pemikiran Jean Piaget adalah bahwa anak melewati serangkaian tahapan perkembangan yang berbeda. Setiap tahapan ditandai oleh cara berpikir yang unik. Piaget percaya bahwa anak tidak bisa diajarkan konsep yang berada di luar tahap perkembangan mereka saat ini. Oleh karena itu, tugas pendidik adalah menyediakan lingkungan yang kaya dan merangsang yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi dan belajar pada kecepatan mereka sendiri.
Tahapan-tahapan yang diidentifikasi oleh Jean Piaget adalah: sensorimotor (lahir – 2 tahun), praoperasional (2 – 7 tahun), operasional konkret (7 – 11 tahun), dan operasional formal (11 tahun ke atas). Setiap tahap memiliki karakteristik kognitifnya sendiri. Misalnya, pada tahap sensorimotor, anak belajar melalui indera dan tindakan fisik. Mereka mulai memahami konsep sebab-akibat.
Pada tahap praoperasional, anak mulai menggunakan simbol dan bahasa. Namun, mereka masih memiliki cara berpikir yang egosentris, di mana mereka kesulitan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Jean Piaget menekankan bahwa pada tahap ini, anak belajar melalui permainan simbolis, yang sangat penting untuk perkembangan kognitif mereka.
Tahap operasional konkret adalah ketika anak mulai berpikir secara logis tentang objek dan peristiwa nyata. Mereka dapat memahami konsep seperti konservasi—bahwa kuantitas tetap sama meskipun bentuknya berubah. Mereka mampu melakukan operasi mental yang lebih kompleks, meskipun masih terbatas pada hal-hal yang konkret.
Akhirnya, pada tahap operasional formal, remaja mulai berpikir secara abstrak dan hipotesis. Mereka dapat memecahkan masalah yang kompleks, memikirkan masa depan, dan merenungkan ide-ide abstrak. Jean Piaget berpendapat bahwa tahap ini adalah puncak perkembangan kognitif, yang memungkinkan pemikiran ilmiah dan filosofis.